TIGA PERSIAPAN
RAMADHAN KEREN UNTUK REMAJA
Sabtu, 28 Mei 2016 – 10:00 WIB
Jadi remaja berkualitas pasti jadi cita-cita kita semua. Punya prestasi di
sekolah atau kampus yang tak terkalahkan, jadi serotan kapan dan dimana saja,
jadi contoh ideal bagi teman-teman sebaya lainnya. Tapi ingat, dalam ibadah pun
kita harus membuat prestasi yang nggak kalah keren.
Mengingat
Bulan Ramadhan tidak lama lagi, menjadi sebuah kenikmatan dan kegembiraan jika
kita bisa sampai ke bulannya. Namun sayang kegembiraan menyambut
Ramadhan yang dilakukan oleh sebagian besar umat Islam terkhusus para remaja
hanya sebatas seremonial atau pencitraan diri agar dipandang tetangga. Tidak
jarang kita melihat para remaja dari zaman ke-zaman, mereka hanya memanfaatkan
bulan yang suci ini untuk bersenang-senang, berkumpul dengan pasti dalam hal
tidak baik, bahkan balapan liar menjadi
adat kebiasaan yang biasa dilakukan setelah shalat subuh. Nauzubillah
Nah! Jika ingin berbangga hati dan menjadi remaja
berkualitas, segerahlah manfaatkan bulan ini dengan sebaiknya. Karena kenapa???
Tahukah kalian Setiap amal anak Adam di bulan Ramadhan, untuknya satu kebaikan
dibalas 10 kali lipat bahkan sampai 700 lipat. Subhanallah
Oleh: Amheliya Yusuf
MARHABAN yaa Ramadhan.
Kegembiraan membuncah menyambut datangnya Ramadhan, bulan penuh berkah dan
penuh kemuliaan.
Ramadhan yang suci, yang sebentar lagi akan kita temui
menjadi bulan untuk membumi-hanguskan berbagai dosa dan maksiat selama kurang
lebih setahun berlalu. Selain itu, Ramadhan adalah bulan di mana diwajibkannya
orang-orang yang beriman untuk berpuasa, sekaligus menjadi ajang menempa diri
untuk meraih gelar Muttaqin. Wajar bila kemudian umat Islam di berbagai penjuru
dunia, dari dahulu hingga akhir nanti, dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu
‘alaihi Wassalllam untuk bergembira menyambut kedatangan Ramadhan.
Ramadhan merupakan bulan mulia karena mengandung perintah
Allah dan seruan Rasulullah untuk berpuasa wajib sebulan penuh. Pada bulan ini
juga wahyu Allah yang berupa ayat-ayat Al-Quran diturunkan ke muka bumi. Rasulullah
selalu memberi kabar gembira kepada para Sahabatnya setiap kali datang bulan
Ramadhan. Beliau bersabda, “Telah datang pada kalian bulan Ramadhan, bulan
yang diberkahi, Allah telah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa di dalamnya.
Pada bulan itu juga dibukakan pintu Surga serta ditutupnya pintu-pintu Neraka…”
(Riwayat Ahmad).
Demikian halnya para Sahabat dan tabi’in di zaman Rasulullah
maupun sesudahnya, mereka senantiasa bergembira dengan kedatangan bulan
Ramadhan. Sebagaimana Mulla bin al-Fadhel pernah menyatakan bahwa perilaku para
salaf sholeh terhadap kemuliaan Ramadhan adalah mereka selalu berdoa dan
memohon kepada Allah selama enam bulan agar dapat bertemu Ramadhan dan memohon
selama enam bulan agar amal ibadahnya selama Ramadhan diterima Allah Subhanahu
Wata’ala.
Namun apa yang terjadi para Remaja ini, kegembiraan
menyambut Ramadhan yang dilakukan oleh sebagian besar umat Islam terkhusus
Remaja hanya sebatas seremonial atau pencitraan diri agar dipandang tetangga.
Banyak orang yang mengaku Islam justru merasa sesak dengan hadirnya Ramadhan
yang mewajibkan umat Muslim berpuasa sebulan penuh tersebut. Karena Ramadhan
dianggap sebagai belenggu bagi kebebasan orang-orang tersebut. Belenggu yang
dimaksud misalnya mereka dilarang makan, dilarang minum dan tidak boleh
melakukan hal-hal yang membatalkan puasa lainnya.
Dari uraian tersebut, satu hal yang mesti ditekankan adalah
bagaimana agar meraih sukses ibadah puasa selama Ramadhan. Puasa Ramadhan
merupakan perintah wajib bagi seluruh umat Islam yang telah dewasa (baligh) dan
tidak memiliki uzur untuk menunaikannya. Puasa adalah ibadah yang cukup berat
karena melibatkan rohani dan jasmani secara bersinergi, tanpa melepaskan
unsur teknis personal maupun sosial. Ibadah puasa tidak seperti ibadah wajib
lainnya yang dapat dilihat bahkan diukur atau dinilai secara kasat mata.
Misalnya shalat, dengan begitu mudah kita dapat mengetahui
seseorang yang sedang mengerjakan shalat dan yang tidak pernah shalat. Begitu
juga halnya dengan orang-orang yang berzakat dan yang belum membayar zakat.
Dengan kasat mata, kita dapat mengetahui dan mengukur keimanan orang-orang yang
pelit atau kikir dalam membelanjakan hartanya di jalan Allah. Kita juga dapat
membedakan orang yang sedang menjalankan ibadah haji atau sekedar plesiran.
Berbeda dengan puasa, ibadah puasa adalah ibadah rahasia
yang hanya diketahui oleh Allah dan orang yang melakukannya. Amal ibadah puasa
akan langsung dinilai oleh Allah Subhanahu Wata’ala, sebagaimana dijelaskan
dalam sebuah hadis Qudsi yang menyatakan bahwa setiap amal anak-cucu nabi Adam
akan kembali pada dirinya masing-masing, kecuali puasa. Puasa itu untuk Allah
dan Allah juga yang menanggung pahalanya.
Persiapan Meraih Sukses Ramadhan
Persiapan menyambut bulan puasa tidak hanya bersifat
material semata, namun juga harus didukung oleh konsep spiritual yang
benar-benar terprogram. Dengan kata lain, semaksimal mungkin kita harus
mempersiapkan diri dan rohani untuk menyongsong datangnya bulan Ramadhan.
Banyak hal yang mesti dipersiapkan sebelum kita menjalankan ibadah puasa di
bulan Ramadhan, agar ibadah puasa kita tidak percuma. Sebagaimana peringatan
dari Rasulullah, bahwa: “Banyak orang yang berpuasa namun tidak mendapatkan
apa-apa, kecuali lapar dan dahaga.”(HR. Ahmad).
Banyak hal yang telah dicontohkan Rasulullah Shallallahu
‘alaihi Wassallam dalam rangka menyambut Ramadhan demi meraih kualitas terbaik
selama beribadah di bulan Ramadhan. Etika menyambut Ramadhan harus benar-benar
dijaga agar tidak merusak amalan selama menunaikan ibadah puasa dan ibadah
lainnya. Beberapa hal yang semestinya kita prioritaskan sebelum menjalankan
ibadah puasa Ramadhan di antaranya:
Berniat dan Berdoa.
Sesungguhnya baik buruknya amal seseorang terletak pada
niatnya. Dengan niat yang benar dan ikhlas karena mengharap ridho Allah maka
insya Allah puasa kita akan berkualitas. Setelah memiliki niat yang benar, maka
berdoalah kepada Allah, memohon untuk dijaga hati dan diri kita agar
benar-benar siap menyambut bulan Ramadhan. Tentunya dengan doa kita juga
berharap Allah mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan kuat
baik jasmani dan rohani, serta memiliki semangat beribadah. Rasulullah pernah
berdoa, “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta
pertemukanlah kami dengan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Ath-Thabrani).
Meningkatkan Khazanah
Keilmuan.
Setiap Muslim diwajibkan membekali diri dengan ilmu ketika
hendak beribadah kepada Allah. Harapannya agar amal ibadah yang dilakukannya
sesuai dengan tuntunan Islam. Terkhusus buat remaja. Kalian bisa memanfaatkan
momen ini dengan berkumpul sama teman dengan membuat halaqoh di masjid missal. Demikian
halnya ibadah di bulan Ramadhan terutama puasa, kita harus mengetahui rukun dan
hal-hal yang dapat merusak ibadah puasa. Perintah berilmu juga merupakan
perintah Allah, sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Anbiya’ [21]: 7,
وَمَا
أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلاَّ رِجَالاً نُّوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُواْ أَهْلَ
الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka bertanyalah pada orang-orang yang
berilmu jika kalian tidak mengetahui.”
Mensucikan Diri.
Logikanya, ketika seseorang menyambut tamu penting misalnya
pejabat atau orang-orang yang dihormati. Tentu ia harus bersih diri, tempat dan
lingkungan sekitarnya. Demikian halnya Ramadhan, bulan yang dimuliakan Allah
dan Rasulullah tersebut. Seharusnya kita membersihkan diri dari segala dosa dan
meninggalkan segala maksiat untuk menyambut kedatangan Ramadhan, bulan penuh
berkah ini.
Betapa rugi orang-orang yang berpuasa menahan lapar dan
dahaga, tetapi dirinya masih berbuat maksiat. Sebagaimana dalam haditsnya,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda, ”Barangsiapa yang tidak
meninggalkan perkataan dusta dan beramal dengannya maka tidak ada bagi Allah
kepentingan terhadap puasa (yang sekedar meninggalkan makan dan minum.”
(Riwayat Bukhari).
Menyusun Program Kebaikan. Dalam meraih sukses tentu
diperlukan rencana-rencana cerdas dan matang. Inilah yang juga diperlukan
setiap Muslim yang ingin meraih sukses ibadahnya, terlebih khusus ibadah di
bulan Ramadhan. Sudah menjadi tradisi setiap Ramadhan akan terdapat peningkatan
aktivitas keislaman. Di mana-mana banyak diselenggarakan kajian-kajian Islam,
gerakan sosial sedekah dan zakat, sholat sunnah berjamah dan ibadah lainnya.
Agar kita dapat menunaikan semua itu tanpa meninggalkan
kewajiban pribadi, maka perlu sekali untuk menyusun program selama Ramadhan.
Tentu program-program yang baik dan bernilai manfaat seperti menyiapkan takjil
berbuka bagi orang lain, aktif mengikuti kegiatan di masjid sekitar, menyantuni
anak-anak yatim dan kaum dhuafa, memperbanyak bersilaturrahim, mengadakan
kajian-kajian yang membahas seputar keutamaan Ramadhan dan program lainnya.
Demikianlah beberapa hal yang semestinya menjadi etika kita
ketika menyambut datangnya bulan penuh berkah ini. Tujuannya semata-mata demi
meraih ridho Allah karena kita dapat mengisi bulan Ramadhan dengan amal ibadah
yang maksimal dan dapat mengambil manfaatnya. Semoga kita dapat menyelesaikan
ibadah di bulan Ramadhan ini dengan predikat terbaik di hadapan Allah dan kita
dijauhkan dari hal-hal yang membuat ibadah kita sia-sia.
“Berapa banyak orang yang berpuasa, hanya mendapatkan lapar
dan dahaga saja. Dan berapa banyak orang yang mendirikan shalat malam hanya mendapatkan
begadang saja.” (HR. An-Nasai, Ibnu Majah, Ibnu
Huzaimah dan Ibnu Hubban).*
Santri Hidayatullah Batam

