Minggu, 08 Mei 2016

Pengaruhnya Pendidikan dengan Tindakan Sehari-hari



Today is Yesterday, Tomorrow  is Today. Apa yang kita lihat pada diri kita saat ini, bisa jadi sebagian besar adalah pilihan kita sendiri, lebih tepatnya akumulasi dari seluruh pilihan kita pada masa lalu. Begitupun keadaan hidup kita masa depan akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini. Artinya, keadaan dan diri kita saat ini adalah hasil dari akumulatif dari seluruh hal yang telah kita pilih pada masa lalu. Diri kita pada masa mendatang ditentukan oleh apa yang kita pilih pada saat ini.


Pendidikan merupakan suatu peristiwa dan tindakan sehari-hari. Tindakan peserta didik belajar adalah sepanjang hayat atau sekurang-kurangnya ia terus belajar walaupun sudah putus sekolah. Dari segi proses, belajar dan perkembangan merupakan proses internal peserta didik. Pada belajar dan perkembangan, peserta didik sendirilah yang mengalami, melakukan, dan menghayatinya. Sama halnya belajar juga merupakan tindakan, maka belajar hanya dialami oleh peserta didik sendiri.

Peserta didik penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh peserta didik berupa keadaan alam, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau hal-hal yang dijadikan bahan belajar. Tindakan belajar tentang suatu hal tersebut sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar.

Peserta didik yang memiliki keahlian adalah hasil pilihan, latihan dan pengulangan pilihan-pilihan yang telah dibuat. Maka tidak heran orang-orang besar seperti Presiden, Mentri, DPR dll. Hasil dari latihan dan pengulangan pilihan-pilihan yang telah mereka buat. Kemungkinan yang pasti dimasa lalu mereka dalam sekolah dengan giat, bersungguh-sungguh dalam belajar.

Dalam satu penelitian disampaikan bahwa dari 11.000 sinyal yang diterima otak manusia, hanya 40 yang diproses secara sadar, sedangkan sisanya diproses secara otomatis. Hasil penelitian lain juga menyampaikan setidaknya 95% daripada respons manusia terhadap satu kondisi tertentu terjadi secara otomatis. Artinya, respons kita terhadap satu kondisi tertentu, baik respons itu berupa pemikiran, perasaan ataupun perbuatan, sesungguhnya berasal dari kebiasaan yang secara otomatis terjadi pada diri kita. Mulai dari berfikir, sikap mental, mood, cara makan, bersikap, berbicara, membaca, berbahasa, sampai pada kreativitas dan produktivitas, semuanya adalah kebiasaan.

Hasil belajar diperoleh dari pengalaman hidup. Maka sangat tepat dikatakan pendidikan juga sangat berpengaruh dengan kebiasaan tindakan sehari-hari. Misal peserta didik hendak menjadi dokter ahli, maka diperlukan sikap kebiasaan belajar pada jurusan tersebut. Mustahil ia melakukan hal-hal yang bukan pada jurusannya ia bisa menjadi dokter ahli. Sama halnya sewaktu di masa muda kerjanya santai-santai, bolos dari sekolah, pergaulan bebas, merokok, balapan, tidak pernah mengerjakan tugas dll. Maka menjadi seorang ahli dalam suatu bidang diperlukan waktu yang lama sekitar 10 tahun. Membentuk diri menjadi expert yang manfaat memang perlu waktu.

Sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi ahli dalam bidang yang dia pilih apabila telah berlatih selama 10.000 jam di bidang tersebut. Jika, seseorang berlatih 3 jam sehari dalam bidang yang ingin dikuasai, maka perlu 10 tahun bagi untuk mencapai 10.000 jam itu. Bila seseorang ingin 5 tahun menjadi seorang ahli, maka haruslah latihan itu ditingkatkan 6 jam sehari. Dan perlu disampaikan pula, tidak ada yang menjadi expert tanpa melalui waktu latihan 10.000 jam. Maka mulailah berlatih dan mengulang-ngulang latihan.


















Pelajar Hidayatullah Batam

3 komentar:

  1. Tulisan siapa ni??
    Bagus ttp kurang rapi aja

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. iy ka.... kmrin blum ada yg koreksi... masih masa2 percobaan itu tulisan.
    koreksi aja... apax lgi yg kurang...��

    BalasHapus

Nikah Itu Setepatnya, Bukan Secepatnya

    Nikah Itu Setepatnya, Bukan Secepatnya Oleh : Ameliya Binti Yusuf *) Dilema yang dirasakan para pemuda hari ini adalah ketika ia dit...