Today is Yesterday, Tomorrow
is Today. Apa yang kita lihat pada diri kita saat ini, bisa jadi
sebagian besar adalah pilihan kita sendiri, lebih tepatnya akumulasi dari
seluruh pilihan kita pada masa lalu. Begitupun keadaan hidup kita masa depan
akan ditentukan oleh apa saja yang kita pilih saat ini. Artinya, keadaan dan
diri kita saat ini adalah hasil dari akumulatif dari seluruh hal yang telah
kita pilih pada masa lalu. Diri kita pada masa mendatang ditentukan oleh apa
yang kita pilih pada saat ini.
Pendidikan merupakan suatu peristiwa dan tindakan sehari-hari.
Tindakan peserta didik belajar adalah sepanjang hayat atau sekurang-kurangnya
ia terus belajar walaupun sudah putus sekolah. Dari segi proses, belajar dan
perkembangan merupakan proses internal peserta didik. Pada belajar dan
perkembangan, peserta didik sendirilah yang mengalami, melakukan, dan
menghayatinya. Sama halnya belajar juga merupakan tindakan, maka belajar hanya
dialami oleh peserta didik sendiri.
Peserta didik penentu terjadinya atau tidak terjadinya proses
belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan
sekitar. Lingkungan yang dipelajari oleh peserta didik berupa keadaan alam,
benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau hal-hal yang dijadikan bahan
belajar. Tindakan belajar tentang suatu hal tersebut sebagai perilaku belajar
yang tampak dari luar.
Peserta didik yang memiliki keahlian adalah hasil pilihan, latihan
dan pengulangan pilihan-pilihan yang telah dibuat. Maka tidak heran orang-orang
besar seperti Presiden, Mentri, DPR dll. Hasil dari latihan dan pengulangan
pilihan-pilihan yang telah mereka buat. Kemungkinan yang pasti dimasa lalu
mereka dalam sekolah dengan giat, bersungguh-sungguh dalam belajar.
Dalam satu penelitian disampaikan bahwa dari 11.000 sinyal yang
diterima otak manusia, hanya 40 yang diproses secara sadar, sedangkan sisanya
diproses secara otomatis. Hasil penelitian lain juga menyampaikan setidaknya 95%
daripada respons manusia terhadap satu kondisi tertentu terjadi secara
otomatis. Artinya, respons kita terhadap satu kondisi tertentu, baik respons
itu berupa pemikiran, perasaan ataupun perbuatan, sesungguhnya berasal dari
kebiasaan yang secara otomatis terjadi pada diri kita. Mulai dari berfikir,
sikap mental, mood, cara makan, bersikap, berbicara, membaca, berbahasa, sampai
pada kreativitas dan produktivitas, semuanya adalah kebiasaan.
Hasil belajar diperoleh dari pengalaman hidup. Maka sangat tepat
dikatakan pendidikan juga sangat berpengaruh dengan kebiasaan tindakan
sehari-hari. Misal peserta didik hendak menjadi dokter ahli, maka diperlukan
sikap kebiasaan belajar pada jurusan tersebut. Mustahil ia melakukan hal-hal
yang bukan pada jurusannya ia bisa menjadi dokter ahli. Sama halnya sewaktu di
masa muda kerjanya santai-santai, bolos dari sekolah, pergaulan bebas, merokok,
balapan, tidak pernah mengerjakan tugas dll. Maka menjadi seorang ahli dalam
suatu bidang diperlukan waktu yang lama sekitar 10 tahun. Membentuk diri
menjadi expert yang manfaat memang perlu waktu.
Sebuah penelitian menyampaikan bahwa seseorang baru akan menjadi
ahli dalam bidang yang dia pilih apabila telah berlatih selama 10.000 jam di
bidang tersebut. Jika, seseorang berlatih 3 jam sehari dalam bidang yang ingin
dikuasai, maka perlu 10 tahun bagi untuk mencapai 10.000 jam itu. Bila
seseorang ingin 5 tahun menjadi seorang ahli, maka haruslah latihan itu
ditingkatkan 6 jam sehari. Dan perlu disampaikan pula, tidak ada yang menjadi
expert tanpa melalui waktu latihan 10.000 jam. Maka mulailah berlatih dan
mengulang-ngulang latihan.
Pelajar Hidayatullah Batam

Tulisan siapa ni??
BalasHapusBagus ttp kurang rapi aja
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusiy ka.... kmrin blum ada yg koreksi... masih masa2 percobaan itu tulisan.
BalasHapuskoreksi aja... apax lgi yg kurang...��